“Diduga Setelah Makan Korban Jungkirbalik, Rehab Jalan Batu Permata Pasang Perboden ?!”

 68 total views,  2 views today

Asahan-GlobalInvestigasiNews.COM.
Pekerjaan Pemeliharaan Jalan Batu Permata, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Nilai Kontrak 789.000.000,00,- (tujuh ratus delapan puluh sembilan juta), Sumber Dana APBD Kabupaten Asahan, Pelaksana CV. Indo Pratama, tanggal mulai 13 Mei 2022 dan tanggal selesai 10 Agustus 2022, kini sudah di pasang perboden yang bertuliskan ‘AWAS!!! HATI – HATI ADA GALIAN DI SISI JALAN’.

Read More

M. Achyar Warga Kelurahan Dadimulyo mengeluhkan lambannya pengerjaannya rehab Jalan Batu Permata, pasalnya bahu jalannya di korek kanan-kiri, tetapi belum juga dilaksanakan pengerjaannya atau penimbunannya, ini berdampak pada masyarakat yang melintas, apa lagi lintasan utama Warga Dadimulyo.

“Saya sudah menjadi korbannya terperosok hingga jungkirbalik bersama sepeda motor yang saya tumpangi, masuk galian bahu jalan tersebut ketika melintas malam hari dengan kondisi cuaca hujan. Kalau ceritanya siang bolong bolehlah nampak jalannya, yg bahu jalanya belum ditimbun, tetapi nanti kalau sudah malam hari melewati jalan itu, apa lagi hujan mangkin ngerilah, uda ngak ada lampu jalannya, gelap bang lintasan jalan itu, cuma disimpang tekongan itu aja yg terang, jadi apalah arti perboden itu kalau uda malam”, ucap M.Achyar dengan kesalnya, Jum’at (05/08/2022).

Masih kata M.Achyar, pengguna jalan yang melintas tetap merasa kesal, sebab lambatnya pekerjaan tersebut, apa lagi tinggal berapa hari lagi tanggal selesainya.

“Entah bagaimana pun Pemkab Asahan dan Dinas PUPR ini bang, kalau memang belum bisa dikerjakan sampai dengan tuntas, yah seharusnya jangan diparit dululah kiri-kanan bahu jalannya, entah apalagi yang ditunggu mereka, padahal sudah satu bulan lebih pihak pemborong sudah melakukan pengaspalan, namun parit bahu jalan yang sudah mereka gali tidak terus dikerjakan penimbunannya” ungkap M. Achyar.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPC.AWPI Kab.Asahan, T.Simanjuntak menyampaikan, kalau dilihat dari papan pagu, memang belum selesai pengerjaannya, tetapi seharusnya parit yang dibuat dibahu jalan seharusnya bisa di kondisikan dulu, mengingat dana yang di pergunakan cukup besar, walaupun volume berapa besarnya tidak disebutkan didalam tulisan papan pagu.

“kemarin sudah kita telpon PPK dari Proyek Pemeliharaan di Jalan Batu Permata itu, dan menurutnya sudah melakukan pemesan untuk penyelesai bahu jalan itu, namun karena banyaknya pesanan maka terpaksa menunggu dalam antrian, dan PPK menyampaikan sama Saya, ‘amanlah itu katanya’, namun tidak menyebut sampai dengan kapan antrian itu berakhir, tetapi herannya kok cuma perboden yang dipasang dan juga tali plastik larangan lintas. Apa harus ada korban lagi, atau mungkin Dinas PUPR sengaja membiarkan tanpa menekan pemborongnya untuk penyelesaian pekerjaanya”, pungkasnya. (S.Ag).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.